Tuesday, October 09, 2018

Kembali Ke Pelukanmu

Assalamualaikum Indonesia..

Aku pulang.

Alhamdulillah setelah 3 tahun menjalani LDM, akhirnya saya pulang ke pelukan suami. Terimakasih, bapak suami, yang telah ridho mengizinkan istrinya menyelesaikan kuliah di negeri panser, sudah ridho jauh dari istri untuk waktu yang cukup lama.

Tepat bulan Oktober tahun lalu, suami datang ke Jerman untuk menjemput sang istri. Bahagia campur sedih meninggalkan kota Hamburg. Bahagia karena akhirnya saya bisa kumpul dengan suami, ga ada lagi LDM. Sedih karena harus meninggalkan kota yang sudah saya tinggali selama 11 tahun, sedih kali ini harus pisah jauh sama mama papa adik-adik, sedih meninggalkan dönner kebab, tantuni, dll dll. Please yang tahu restoran dönner kebab di Jakarta/Bandung sekitarnya yang bisa seenak di Jerman, please kasih tahu akuuuu..!

Mewek-mewek ketika perjalanan rumah menuju bandara Hamburg sambil memperhatikan lingkungan sekitar.


Tapi, rencana Allah ga ada yang tahu. Tiba-tiba saya diminta untuk datang ke Hamburg sama keluarga saya, adik saya menikah di Hamburg di bulan Maret 2018. Bedanya kali ini, saya datang ke Jerman bukan lagi dengan visa student, tapi dengan visa turis.

Kembali ke sebelum saya kembali ke Indonesia, ketika saya mencari tiket pulang for good. Logikanya beli tiket pulang ya udah ya pulang aja, ga usah beli yang PP. Kali itu saya beli PP, dengan alasan beda harga hanya 50€. Sebenarnya kalau dipikir-pikir 50€ juga lumayan kali bisa buat apa yang lebih penting. Tapi entah kenapa waktu itu saya beli aja tiket PP dengan pikiran, dipake ngga dipake urusan nanti. Padahal kalau ga kepake itu mubazir kan ya..

Kebetulan tiket balik ke Jerman yang dibeli itu di bulan Februari 2018 yang ternyata pas sekalian untuk bantu persiapan adik saya menikah di sana. Jadi kepakelah itu tiket. Btw, tiket PP Jerman- Indo-Jerman itu jauh lebih murah dibanding Indo-Jerman-Indo.

Rencana Allah memang ga ada yang tahu. Mungkin dulu saya beli tiket PP itu karena Allah yang mengaturnya. Padahal ketika itu adik saya belum ada tanda-tanda akan menikah dalam waktu dekat, orang calonnya aja belum ada. Tiba-tiba akhir tahun 2017 ada yang khitbah dan ingin melangsungkan akad nikah di Hamburg, kaget kan semua keluarga. 

Sampai mendarat di Jerman, saya bingung, saya menertawakan diri saya sendiri:

Laaah.. ngapain chie dulu nangis sampe mewek-mewek mau ninggalin Jerman, tau-taunya ga nyampe setahun udah di sini lagi!

Sampai di rumah Hamburg, saya mikir, ini rencana Allah, rencana yang begitu indah.

Pulang kembali ke Indonesia setelah selesai semua urusan di Jerman. Kali ini dengan hati yang lebih tenang. No mewek-mewek. No drama-drama.

-------------------------------------

Btw.. udah lama banget ga pos, setahun lebih ya.. Pengen mulai nulis lagi, mudah-mudahan istiqomah.

Quchie

Chierita

Belanja belanji

Belanja belanji
Click to shop!

Chiet-chat

Chwiet-chwiet

Followchie