Saturday, October 29, 2016

Tentang Jarak Jauh

Jakarta - Hamburg. 11.014 km. Jarak antara saya dan suami.



2 Tahun menjalani pernikahan jarak jauh ini. Berat? Jangan ditanya.

Sering saya merasa iri melihat pasangan suami istri  lain yang hidupnya normal. Rumah Tangga yang semestinya. Tapi saya pun selalu yakin, akan selalu ada hikmah di balik cerita. Toh, memang ini keinginan saya untuk mengejar cita-cita. InsyaaAllah akan ada buah manis di akhir perjuangan.

Selama 2 tahun, pertemuan antara saya dan suami bisa dihitung jari.


April dan September 2015 saya pulang ke Indonesia. Setelah itu saya bertekat untuk tidak pulang dulu sampai saya selesai kuliah. Ternyata Allah mempertemukan kami di Hamburg, lebaran 2016 suami datang ke tanah Jerman.



Sejak menikah, rasanya ingin sekali memperkenalkan suami ke lingkungan di mana istrinya tinggal selama hampir 10 tahun terakhir ini. Akhirnya terkabulkan juga. Alhamdulillaah.

3 Minggu suami di tanah Eropa, rasanya sebentar sekali. Masih banyak sudut-sudut Hamburg yang belum terjelajah.

Sempet jalan-jalan keliling negara tetangga juga.


Sebelum suami datang ke Jerman, saya dikagetkan dengan berita, bahwa saya harus berangkat ke Vietnam untuk mengerjakan tugas akhir kuliah saya di sana, karena dosen pembimbing saya harus mengajar di Vietnam.

Sempat ragu, di satu sisi "Kenapa Vietnam?", negara yang saya tidak mengerti sama sekali, kulturnya, bahasanya, "Bagaimana saya bisa makan?". Di sisi lain, ini artinya saya mendekat dengan suami, masih satu zona waktu, bisa sekali-kali pulang ke Indonesia. Kalau mengerjakan tugas akhir di Jerman kan mana mungkin bisa sekali-kali bertemu suami?

Setelah saya cari tahu bagaimana hidup di Vietnam, di mana saya akan tinggal, minta saran orang tua dan suami, akhirnya saya yakin berangkat ke Vietnam pada tanggal 4 September lalu. Semakin yakin ketika diberi tahu, bahwa nama universitas


Jakarta - Binh Duong. Kini jarak saya dan suami hanya 1.950 km.



Jarak semakin dekat, walau tetep aja sih jauh. Tapi yaaah, syukuri aja seenggaknya waktu berkegiatannya sama.

Menyapa "Selamat pagi" di waktu pagi, bukan malam lagi. Ga "jetlag" lagi. *soundtrack: Jetlag -  Simple Plan
Alhamdulillaah..

Perlahan insyaAllah, jarak semakin dekat, hingga suatu saat nanti kami bisa benar-benar bersatu. Aamiin.

8 comments:

Quchie

Chierita

Belanja belanji

Belanja belanji
Click to shop!

Chiet-chat

Chwiet-chwiet

Followchie