Wednesday, February 08, 2012
Sampah
3:12 PM | coretannya
Quchie |
Edit Post
Semalem saya lihat tweet teman saya:
Sebuah video tertaut di situ, saya tonton. Jadi terinspirasi untuk menulis blog.
Dari video itu bisa kita lihat jauhnya perbedaan perlakuan terhadap sampah di London dan Jakarta. Miris memang lihatnya. Saya bukan penduduk London, menginjakkan kaki pun belum pernah. Saya berbagi cerita saja, yang pernah saya alami, yang pernah saya lihat.
Tahun 2010, saya sempat liburan pulang ke Indonesia. Sekali waktu, saya naik kereta dalam kota di Bandung, entah apa nama kereta itu, semacam KRD tapi bukan. Yah.. kalau dibandingkan dengan kereta dalam kotanya Hamburg itu jauh, jauh banget, dari segi kecepatan, kebersihan, kedisiplinan, keamanan, dll.
Kita lihat dari segi kebersihannya saja. Di kereta itu sampah berserakan, entah apa yang ada di pikiran para penumpang, buang sampah sembarangan dalam kendaraan! Yaa.. memang saya sendiri ga lihat ada tempat sampah di dalam kereta itu. Di Hamburg, tiap kereta tiap dekat kursi, pasti ada tempat sampah kecil.
Tapi jangan jadikan alasan tidak adanya tempat sampah ini, jadi bisa buang sampah sembarangan! Apa susahnya pegang dulu sampah itu, sampai kita turun kereta, dan buang sampah di tempat sampah station. Toh jarak tempuh kereta ga jauh-jauh amat kan? Ga lama juga kan kita megang itu sampah? Atau kalau bisa di tas itu disimpan kantong kecil khusus untuk sampah. Waktu saya ke Berlin pun, keretanya beda sama kereta dalam kota Hamburg, di dalam keretanya ga ada tempat sampah, tapi tetap bersih. Mungkin masalahnya cuma: kedisiplinan dan kesadaran warganya.
Waktu saya naik kereta itu, saya lihat banyak pedagang bulak-balik di depan mata saya. Satu kali ada penjual jeruk, seorang ibu-ibu membeli jeruk itu, dimakan di situ juga. Saya melihat di depan mata saya, ibu tersebut dengan polosnya membuang kulit jeruk itu di lantai kereta! Rasanya pengen banget mungut kulit jeruk tersebut, terus nyumpelin ke mulutnya si ibu. *kejam sih*
Tambah lagi, waktu saya jalan di King Bandung bagian kain-kain. Ingin buang sampah, lirik kanan kiri susah banget cari tong sampah di sekitaran situ. Mungkin saya keliatan bingung, ada mas-mas penjaga toko yang nanya saya nyari apa, saya jawab saja, "Tong sampah, mau buang sampah". Si masnya dengan datarnya jawab: "buang di pojok situ aja neng!". Tentu saya ga nurut sama saran itu. Hey! itu daerah dia kerja, dia sama sekali ga perhatian juga sama lingkungan dia kerja? Ga ngerti saya!
Sadarkah mereka, dengan buang sampah sembarangan itu bisa mengundang penyakit? Gara-gara lingkungan yang kurang bersih itu, ga sedikit orang yang kena penyakit typus, diare, bahkan sampai meninggal! Gimana kalau itu terjadi pada diri kita? saudara kita? orang-orang yang kita sayang?
Coba kalau tiap-tiap warga sadar, pasti deh Indonesia bisa bersih, teratur. Ga usah protes-protes cari alasan, pemerintahnya kurang ngasih fasilitas tong sampah atau alasan-alasan lain. Percuma juga protes, kalau kesadaran diri buat teratur buang sampah pada tempatnya aja ga ada. Cukup dari kesadaran diri tiap warganya dulu, beri contoh yang lain, adik-adik kita, anak-anak, insyaAllah suatu saat Indonesia bisa seperti negara-negara maju lainnya, yang bisa mengutamakan kebersihan lingkungan. :)
Sebuah video tertaut di situ, saya tonton. Jadi terinspirasi untuk menulis blog.
Dari video itu bisa kita lihat jauhnya perbedaan perlakuan terhadap sampah di London dan Jakarta. Miris memang lihatnya. Saya bukan penduduk London, menginjakkan kaki pun belum pernah. Saya berbagi cerita saja, yang pernah saya alami, yang pernah saya lihat.
Tahun 2010, saya sempat liburan pulang ke Indonesia. Sekali waktu, saya naik kereta dalam kota di Bandung, entah apa nama kereta itu, semacam KRD tapi bukan. Yah.. kalau dibandingkan dengan kereta dalam kotanya Hamburg itu jauh, jauh banget, dari segi kecepatan, kebersihan, kedisiplinan, keamanan, dll.
Kita lihat dari segi kebersihannya saja. Di kereta itu sampah berserakan, entah apa yang ada di pikiran para penumpang, buang sampah sembarangan dalam kendaraan! Yaa.. memang saya sendiri ga lihat ada tempat sampah di dalam kereta itu. Di Hamburg, tiap kereta tiap dekat kursi, pasti ada tempat sampah kecil.
Photo by @Trianii196
Tapi jangan jadikan alasan tidak adanya tempat sampah ini, jadi bisa buang sampah sembarangan! Apa susahnya pegang dulu sampah itu, sampai kita turun kereta, dan buang sampah di tempat sampah station. Toh jarak tempuh kereta ga jauh-jauh amat kan? Ga lama juga kan kita megang itu sampah? Atau kalau bisa di tas itu disimpan kantong kecil khusus untuk sampah. Waktu saya ke Berlin pun, keretanya beda sama kereta dalam kota Hamburg, di dalam keretanya ga ada tempat sampah, tapi tetap bersih. Mungkin masalahnya cuma: kedisiplinan dan kesadaran warganya.
Waktu saya naik kereta itu, saya lihat banyak pedagang bulak-balik di depan mata saya. Satu kali ada penjual jeruk, seorang ibu-ibu membeli jeruk itu, dimakan di situ juga. Saya melihat di depan mata saya, ibu tersebut dengan polosnya membuang kulit jeruk itu di lantai kereta! Rasanya pengen banget mungut kulit jeruk tersebut, terus nyumpelin ke mulutnya si ibu. *kejam sih*
Tambah lagi, waktu saya jalan di King Bandung bagian kain-kain. Ingin buang sampah, lirik kanan kiri susah banget cari tong sampah di sekitaran situ. Mungkin saya keliatan bingung, ada mas-mas penjaga toko yang nanya saya nyari apa, saya jawab saja, "Tong sampah, mau buang sampah". Si masnya dengan datarnya jawab: "buang di pojok situ aja neng!". Tentu saya ga nurut sama saran itu. Hey! itu daerah dia kerja, dia sama sekali ga perhatian juga sama lingkungan dia kerja? Ga ngerti saya!
Sadarkah mereka, dengan buang sampah sembarangan itu bisa mengundang penyakit? Gara-gara lingkungan yang kurang bersih itu, ga sedikit orang yang kena penyakit typus, diare, bahkan sampai meninggal! Gimana kalau itu terjadi pada diri kita? saudara kita? orang-orang yang kita sayang?
Coba kalau tiap-tiap warga sadar, pasti deh Indonesia bisa bersih, teratur. Ga usah protes-protes cari alasan, pemerintahnya kurang ngasih fasilitas tong sampah atau alasan-alasan lain. Percuma juga protes, kalau kesadaran diri buat teratur buang sampah pada tempatnya aja ga ada. Cukup dari kesadaran diri tiap warganya dulu, beri contoh yang lain, adik-adik kita, anak-anak, insyaAllah suatu saat Indonesia bisa seperti negara-negara maju lainnya, yang bisa mengutamakan kebersihan lingkungan. :)
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
Chierita mereka
RumahBlogger
Link Exchange*
Aan Cerdas
Ajie
Anchan
Artmeza
Bamzz
Biyan
Dodi
Donats
Gelza
Hariz
Ir.Fan
Jovanika
McDoans
Ocky
Onez Sumlang
Sapigenik
Stellacyan
Takatophilip
The story of INAN
Zetta
*Blogroll ini hanya untuk member RB yang sudah mendaftarkan diri di Subforum Link Exchange
[ Famili ]
Arief M.S.
Vanda Nur Ilmi
[ Fren Dunia Maya ]
A. Gabrielle
Agung D. Armstrong
Alviss
Amel
Anchan
Angga Putri
Anind
Annisa Desiani
Aprin Gutawa
Arif Arcnos
Aryuanda
Aulia Rahmani
Benazio
Bhagas
Boot
Cdezt
ChicLicious
Chika
Conankotahujan
Dee
Dey
Dian
Dj Danie
Donats
Erwin Marwan Thamrin
Finda Mega Erwinsyah
Fragaria
Gaby Ijo
Gelar Gunadi Putra
Gelza
Gita Evanda
Hanif
Harii
Iip Riandi
Ilusi Optik
Inan
Inez Vioni
Ino S. Hadi
Irfan Aufa
Katim
Kavi Borland
Kuuki
Kuyus
Lao
Lia Verdiana
Lily
Lingling
Lingling Chandiel
Liyy
Luphly_JC
Lynn
Madmnkz
Masdaffa
Mc.Doans
Mrs. Dudul
Mxyztplk
Nana
Nardiansyah
Negeri Mimpi
Neverdie
Ngutanktank
Nindy
Nirleka
Novita Kristiana
Onez
Penulis Basi
Pipin
Prihandini Astuti
Primebound
Princess Pink
Qent
Raditya Dika
Rinaldy Ciel
Sakinah
Sanground
Sarah
Senafal
Si AO
Sino
Soffi
Suri Nuriyanto
The Armstrong
This Boi
Tie
TiR
Ucup Musickbastard
Ulat Bulu
Ulysukabintang
Unidede
Vicky Mahendra
Yeptirani
Yogjay
Yorgita
Yudhistira Dharmawata
Zippy
[ Fren DE ]
AnesFira
Anisa Wijayanti
Mira Miroon
Tya
[ Fren SMA ]
Alan
Aliendheasja Fawilia
Arnaud A.A.S.
Dwiputri Y.Y.
Ilma Jayanti
Laras Ayutirta P.
M. Bintang Hadi P.
Monika Pury O.
Pratiwi Woro
Pritta
Qurnia Baharuddin A.
Rhonita Dea A.
Teuku M. Roffi
Vivien
[ RPD ]
Bunchan
Wiend




![C[hi!]ERITA - Kompetisi Website Kompas MuDA - KFC](http://i84.photobucket.com/albums/k10/chiee_uchiee/blog/banner--.png)




6 reakchie mereka..:
Bener banget teh...
Semua tergantung kesadaran masing2...
Kalau pun di Indonesia ada tempat sampahpun... pasti gak kerawat...
Rata2 sih gara2 orang tua... yang gak mau update sama perubahan... (^ ^
Di kota Jakarta, penanganan sampah sepertinya bukan dari Pemda ya?
Dari sisi tawar menawar, dari sisi Pemda biasa lebih diberlakukan aturan seperti jumlah sampah dan aturan pembungkusan sampah sehingga tugas pembuangan bisa lebih efisien dan tidak memberatkan.
kesadaran untuk buang sampah pada tempat nya emang lebih baik dari diri sendiri...
bete juga ya kalau ngeliat orang buang sampah dimana aja....heuheuheu....
Mantap,, klo aja setiap orang berperilaku same seperti ente, ane jamin indonesia bebas sampah sampah... meskipun sulit karena di indonesia gudang "sampah"
Iya, mustinya tuh semua harus lebih peduli terhadap sampah, jadi kan paling nggak pekerjaan jadi lebih simple dan nggak terlalu "ribet" dan "kotor" =)
Setuju.. Kalo gak nemu tempat sampah sih biasanya saya masukin ke kantong dulu :)
Post a Comment
____________________________________________________
EEiiittss.. jangan hanya baca aja..
commentnya manaa??
ayoo.. ayoo.. tulis commentnya..!
____________________________________________________