Tuesday, October 18, 2011
Bertelor.. eh! Bachelor di Jerman
2:00 PM | coretannya
Quchie |
Edit Post
Akhir-akhir ini banyak juga yang nanya...
Ada berbagai macam cara bisa sampai ke Jerman, beberapa orang ada yang segala macamnya ngurus sendiri alias private, atau dibantu oleh agen seperti Euro Management atau Stufen EDU. Chie sendiri ke sini private. Yaa.. emang keluarga Chie udah di sini sebelum Chie pindah. Ada juga kok beberapa temen Chie yang emang berangkat private, tanpa ada saudara atau kenalan di sini. Kalau ada kenalan emang lebih mudah, karena bisa dibantu informasi.
BAHASA
Yang paling penting untuk bisa kuliah di Jerman itu emang bahasa. Kuliah bachelor di Jerman itu rata-rata berbahasa Jerman. Ada juga sih beberapa yang berbahasa Inggris, tapi tetep bahasa Jerman HARUS BISA! Karena ini syarat awal untuk bisa kuliah bachelor di sini.
Buat kamu yang udah punya niatan untuk kuliah di Jerman, sebaiknya segera kursus bahasa. Kalau dulu, Chie sempet kursus 1 taun (semasa kelas 3 SMA) di Goethe Institut Bandung. Atau bisa juga setelah lulus SMA, kursus intensif tiap hari selama 6 bulan. Kalau pun kamu pakai agen untuk bisa sampai sini, kamu pasti ikut kursus bahasa dulu di Indonesia-nya selama kira-kira 6 bulan.
Di tempat kursus bahasa ini juga kamu bisa cari tahu informasi/ konsultasi tentang kuliah di Jerman.
Studienkolleg
Bagi calon mahasiswa yang kelulusan "SMA"-nya bukan di Jerman, wajib untuk menjalankan jenjang Studienkolleg ini selama 2 semester sebelum masuk kuliah. Studienkolleg atau disingkat studkol merupakan jenjang persamaan UN-nya Jerman atau yang disebut dengan "Abitur".
Di Indonesia juga ada studkol, tepatnya di Jakarta. Bagi kamu yang merasa cukuplah studkol di Indonesia, bisa daftar di sana. Tapi menurut Chie, studkol di Jerman itu lebih baik, karena selain kita bisa mulai adaptasi dengan lingkungan, kultur, kita juga bisa mulai cari-cari temen.
Pendaftaran
Ga semua kota di Jerman ada studkolnya, kamu bisa cek di sini, di situ ada list studkol, beserta link masing-masing studkol.
Nah! dari website masing-masing studkol itu, kamu bisa cari tahu, kapan pendaftarannya dibuka, dokumen apa saja yang perlu disiapkan, dan pelajaran apa saja yang ditestkan untuk bisa masuk studkol itu. Biasanya tiap studkol punya aturan-aturan yang berbeda.
Salah satu syarat studkol ini adalah bahasa Jerman minimal tingkat B2. Kalau kamu udah mulai daftar studkol sebelum B2 kamu selesai, kamu bisa minta surat keterangan ke tempat kamu kursus bahwa kamu sedang dalam proses menuju tingkat B2 itu, yang nanti setelah kamu lulus B2, kamu bisa menyusul kirim sertifikatnya.
Buat daftar studkol itu, kamu bisa daftar dari Indonesia, tinggal kirim aja dokumen-dokumennya. Jangan lupa, dokumen seperti STTB, sertifikat-sertifikat itu harus diterjemahkan dulu ke bahasa Jerman dan dilegalisir di kedutaan Jerman. Penerjemah dokumen-dokumen ini ga bisa orang sembarangan, harus orang yang tersumpah, kamu bisa cari tahu siapa saja penerjemah tersumpah di tempat kamu kursus bahasa.
1 trik dari temen Chie yang ngurus segala macemnya sendiri tanpa agen:
Test Masuk (Aufnahmeprüfung)
Rata-rata kebanyakan studkol hanya memberi test bahasa Jerman, tapi ada juga yang memberi test pelajaran lain selain bahasa, seperti matematika atau fisika (untuk jurusan teknik). Bentuk soal dari test-nya pun kadang berbeda-beda tiap studkolnya, bisa dicek di halaman web-nya, biasanya ada beberapa contoh soal.
Entah sejak kapan, ternyata ada beberapa studkol Jerman yang mengadakan testnya di Indonesia, seperti studkol Konstanz. (Bisa coba kamu tanya-tanya ke tempat kamu kursus)
Pelajaran di studkol ini seperti ngulang pelajaran SMA, tapi dengan bahasa dan istilah Jerman. Tiap semester ada ujiannya, yang bisa nentuin kamu naik semester atau ngga. Di tiap semesternya sendiri kamu punya kesempatan 1x ngga naik semester (dijumlah-jumlah batas maksimal belajar di studkol itu 2 tahun), kalau ngga lulus juga, silakan pulang ke Indonesia (bukannya nakut-nakutin, tapi biar mental kamu siap dengan keadaan di sini, kalau emang punya niat kuat untuk kuliah di sini, kamu pasti bisa kok! temen Chie aja ada yang lulus cuma dalam 1 semester). Jangan takut! bawa santai aja, gampang kok pelajarannya cuma ngulang pelajaran SMA. Studkol itu asik! pergelutan dalam masa kuliah bakal lebih sulit daripada studkol.
Akhir dari studkol, ada ujian lagi, ujian penentuan namanya "Feststellungsprüfung". Hasil dari ujian ini ditambah dengan nilai UN UAS bawaan dari Indonesia, dibagi 2, itulah nilai "Abitur" kamu, yang bisa bawa kamu ke jenjang kuliah.
VISA
Kalau kamu udah daftar studkol dan dapet undangan buat test masuknya, undangan itu bisa digunain buat pengajuan visa. Atau bisa juga, pake undangan dari kursus bahasa di Jerman. Dulu Chie pake undangan dangan kursus bahasa (cuma katanya undangan dari kursus ini kurang kuat).
Salah satu manfaat dari punya kenalan di Jerman, kamu bisa minta tolong juga buat mempermudah proses visa ini, seperti misalnya untuk ngecek proses visa ini di kantor migrasi di kota tujuan dia ngajuin visa.
Misalnya ambil contoh: Kamu dapat undangan test studkol di Berlin, kenalan kamu yang ada di Jerman, bisa nge"push" orang migrasi di Berlin, untuk menyegerakan proses visa kamu.
Tempat Tinggal
Sambil pendaftaran untuk test studkol, kamu bisa mulai cari tempat tinggal. Mulai daftar "Studentenwohnheim" di kota-kota di mana kamu daftar studkol. Studentenwohnheim ini semacam dorm/ kost-kostan untuk mahasiswa. Untuk dapetin kamar di sana itu ga mudah! harus antri/ berebut dengan mahasiswa lain, butuh waktu juga buat bisa dapetinnya, seenggaknya kamu harus daftar paling telat 3 bulan sebelum kamu mau masuk kamar itu.
Daftarnya gimana? Bisa via internet. Coba cek website ini.
Di tiap kota, biaya sewa kamar Studentenwohnheim ini berbeda-beda. Hamburg termasuk kota yang mahal, ada yang sebulannya 220€ udah termasuk air, listrik dan internet, ada juga yang lebih atau kurang. Ada lagi temen Chie di Berlin, cuma skitar 160€/ bulan. Di kota kecil seperti Weimar, bisa cuma 120€/bulan.
Biaya Hidup
Hal yang satu ini tergantung pribadi masing-masing. Kalau hemat, bisa dengan 350€/ bulan pun cukup, itu udah termasuk biaya tempat tinggal. Banyak cara menghemat biaya hidup, terutama kamu bisa ngehemat dalam hal makanan, misalnya dengan masak sendiri, dateng ke undangan-undangan yang ada makan-makannya, pulangnya bawa bungkus-bungkus.
Kamu juga bisa kerja part time, rata-rata dengan bekerja seperti di gudang satu perusahaan atau di restoran, kamu bisa dapetin sekitar 6€/jam. Selama dalam sebulan kamu berpenghasilan di bawah 400€, kamu ga akan kena pajak penghasilan. Sebagai pelajar ada batas maksimal berapa jam kamu bisa kerja dalam sebulan, biar kuliah kamu ga keteteran juga. Ga sedikit lho mahasiswa yang terlena sama bekerja, akhirnya malah kuliahnya keteteran!
Bank
Salah satu syarat pengajuan visa juga adalah jaminan uang. Sekarang jaminan itu sekitar 8000€. Jadi kamu harus buat akun di bank Jerman, dengan jumlah uang di dalamnya minimal 8000€. Bikin akun ini, kamu harus isi formulir dari "Deutsche Bank", legalisir surat-surat. Kamu bisa cari informasi lebihnya di tempat kamu kursus atau tanya langsung di banknya. Di Jakarta juga ada kok cabang banknya.
Tenang aja, ini uang buat hidup kamu di awal-awal hidup di Jerman, di mana kamu bisa ambil maksimal 600€/ bulan. Uang jaminan bahwa kamu ga akan terlantar di Jerman.
Universitas
Kadang orang nanya,
Sebagai tips persiapan pertama kuliah di sini, jangan dulu kamu pikirin kamu pengen kuliah di universitas mana, lebih baik kamu konsentrasi dulu dengan kursus bahasa, pendaftaran studkol, dan tempat tinggal. Nanti setelah kamu udah diterima di studkol, kamu juga bakal dapet informasi tentang universitas yang bagus sesuai jurusan yang kamu minati di mana. Kadang juga kan, pemikiran bisa berubah, yang awalnya mau kuliah arsitek tiba-tiba berubah jadi teknik sipil. Atau kadang, tiba-tiba dapet informasi universitas lain yang lebih cocok dengan kamu. Kalau kamu emang udah niat bener untuk kuliah di sini, 1 tahun di studkol cukup kok buat kamu cari informasi tentang universitas.
Kerabat/ Kenalan
Salah satu tips, sebelum kamu sampai di sini, kamu cari kenalan orang Indonesia yang emang udah di Jerman. Buat apa? buat misalnya seperti yang udah Chie bilang sebelumnya, bantu dalam proses visa, dalam pendaftaran studkol, informasi-informasi, atau nanti kalau kamu udah sampai Jerman bisa minta jemput.
Kamu bisa cari kenalan misalnya lewat PPI (Perhimpunan Pelajar Indonesia). Cari aja PPI kota yang emang jadi tujuan kamu, mereka pasti bisa bantu.
Beasiswa
Setau Chie, ga ada beasiswa buat bachelor, kebanyakan itu buat master. Tapi kalau kamu udah masuk jenjang kuliah dan prestasi kamu di kampus bagus, kamu bisa mengajukan permintaan beasiswa ke kampus kamu itu.
Biaya pendidikan di Jerman itu relatif murah, bahkan masih ada beberapa kota di Jerman yang masih menggratiskan biaya kuliah. Sayang.. di Hamburg udah bayar.
____________________________________
Terimakasih untuk Hasbi, yang udah bersedia diwawancara untuk artikel ini. (Diwawancaranya sambil motongin ayam lho!) Hahahaaa.. Makasih juga buat Octa dan Roby.
Gimana caranya kuliah di Jerman? Syaratnya apa? dan lain sebagainya.Kepikiran, sekalian aja ya Chie berbagi pengalaman di sini.
Ada berbagai macam cara bisa sampai ke Jerman, beberapa orang ada yang segala macamnya ngurus sendiri alias private, atau dibantu oleh agen seperti Euro Management atau Stufen EDU. Chie sendiri ke sini private. Yaa.. emang keluarga Chie udah di sini sebelum Chie pindah. Ada juga kok beberapa temen Chie yang emang berangkat private, tanpa ada saudara atau kenalan di sini. Kalau ada kenalan emang lebih mudah, karena bisa dibantu informasi.
BAHASA
Yang paling penting untuk bisa kuliah di Jerman itu emang bahasa. Kuliah bachelor di Jerman itu rata-rata berbahasa Jerman. Ada juga sih beberapa yang berbahasa Inggris, tapi tetep bahasa Jerman HARUS BISA! Karena ini syarat awal untuk bisa kuliah bachelor di sini.
Buat kamu yang udah punya niatan untuk kuliah di Jerman, sebaiknya segera kursus bahasa. Kalau dulu, Chie sempet kursus 1 taun (semasa kelas 3 SMA) di Goethe Institut Bandung. Atau bisa juga setelah lulus SMA, kursus intensif tiap hari selama 6 bulan. Kalau pun kamu pakai agen untuk bisa sampai sini, kamu pasti ikut kursus bahasa dulu di Indonesia-nya selama kira-kira 6 bulan.
Di tempat kursus bahasa ini juga kamu bisa cari tahu informasi/ konsultasi tentang kuliah di Jerman.
Studienkolleg
Bagi calon mahasiswa yang kelulusan "SMA"-nya bukan di Jerman, wajib untuk menjalankan jenjang Studienkolleg ini selama 2 semester sebelum masuk kuliah. Studienkolleg atau disingkat studkol merupakan jenjang persamaan UN-nya Jerman atau yang disebut dengan "Abitur".
Di Indonesia juga ada studkol, tepatnya di Jakarta. Bagi kamu yang merasa cukuplah studkol di Indonesia, bisa daftar di sana. Tapi menurut Chie, studkol di Jerman itu lebih baik, karena selain kita bisa mulai adaptasi dengan lingkungan, kultur, kita juga bisa mulai cari-cari temen.
Pendaftaran
Ga semua kota di Jerman ada studkolnya, kamu bisa cek di sini, di situ ada list studkol, beserta link masing-masing studkol.
Nah! dari website masing-masing studkol itu, kamu bisa cari tahu, kapan pendaftarannya dibuka, dokumen apa saja yang perlu disiapkan, dan pelajaran apa saja yang ditestkan untuk bisa masuk studkol itu. Biasanya tiap studkol punya aturan-aturan yang berbeda.
Salah satu syarat studkol ini adalah bahasa Jerman minimal tingkat B2. Kalau kamu udah mulai daftar studkol sebelum B2 kamu selesai, kamu bisa minta surat keterangan ke tempat kamu kursus bahwa kamu sedang dalam proses menuju tingkat B2 itu, yang nanti setelah kamu lulus B2, kamu bisa menyusul kirim sertifikatnya.
Buat daftar studkol itu, kamu bisa daftar dari Indonesia, tinggal kirim aja dokumen-dokumennya. Jangan lupa, dokumen seperti STTB, sertifikat-sertifikat itu harus diterjemahkan dulu ke bahasa Jerman dan dilegalisir di kedutaan Jerman. Penerjemah dokumen-dokumen ini ga bisa orang sembarangan, harus orang yang tersumpah, kamu bisa cari tahu siapa saja penerjemah tersumpah di tempat kamu kursus bahasa.
1 trik dari temen Chie yang ngurus segala macemnya sendiri tanpa agen:
Kirim semua dokumennya ke salah satu kenalan yang emang udah ada di Jerman. Nanti kenalan kamu inilah yang akan ngirim dokumennya ke studkol-studkol, tinggal alamatnya aja nanti di c/o-kan ke dia. Lumayan menghemat biaya pengiriman.
Test Masuk (Aufnahmeprüfung)
Rata-rata kebanyakan studkol hanya memberi test bahasa Jerman, tapi ada juga yang memberi test pelajaran lain selain bahasa, seperti matematika atau fisika (untuk jurusan teknik). Bentuk soal dari test-nya pun kadang berbeda-beda tiap studkolnya, bisa dicek di halaman web-nya, biasanya ada beberapa contoh soal.
Entah sejak kapan, ternyata ada beberapa studkol Jerman yang mengadakan testnya di Indonesia, seperti studkol Konstanz. (Bisa coba kamu tanya-tanya ke tempat kamu kursus)
Pelajaran di studkol ini seperti ngulang pelajaran SMA, tapi dengan bahasa dan istilah Jerman. Tiap semester ada ujiannya, yang bisa nentuin kamu naik semester atau ngga. Di tiap semesternya sendiri kamu punya kesempatan 1x ngga naik semester (dijumlah-jumlah batas maksimal belajar di studkol itu 2 tahun), kalau ngga lulus juga, silakan pulang ke Indonesia (bukannya nakut-nakutin, tapi biar mental kamu siap dengan keadaan di sini, kalau emang punya niat kuat untuk kuliah di sini, kamu pasti bisa kok! temen Chie aja ada yang lulus cuma dalam 1 semester). Jangan takut! bawa santai aja, gampang kok pelajarannya cuma ngulang pelajaran SMA. Studkol itu asik! pergelutan dalam masa kuliah bakal lebih sulit daripada studkol.

Jalan bareng temen-temen studkol.
Temen-temennya asik, dari berbagai negara.
Akhir dari studkol, ada ujian lagi, ujian penentuan namanya "Feststellungsprüfung". Hasil dari ujian ini ditambah dengan nilai UN UAS bawaan dari Indonesia, dibagi 2, itulah nilai "Abitur" kamu, yang bisa bawa kamu ke jenjang kuliah.
VISA
Kalau kamu udah daftar studkol dan dapet undangan buat test masuknya, undangan itu bisa digunain buat pengajuan visa. Atau bisa juga, pake undangan dari kursus bahasa di Jerman. Dulu Chie pake undangan dangan kursus bahasa (cuma katanya undangan dari kursus ini kurang kuat).
Salah satu manfaat dari punya kenalan di Jerman, kamu bisa minta tolong juga buat mempermudah proses visa ini, seperti misalnya untuk ngecek proses visa ini di kantor migrasi di kota tujuan dia ngajuin visa.
Misalnya ambil contoh: Kamu dapat undangan test studkol di Berlin, kenalan kamu yang ada di Jerman, bisa nge"push" orang migrasi di Berlin, untuk menyegerakan proses visa kamu.
Tempat Tinggal
Sambil pendaftaran untuk test studkol, kamu bisa mulai cari tempat tinggal. Mulai daftar "Studentenwohnheim" di kota-kota di mana kamu daftar studkol. Studentenwohnheim ini semacam dorm/ kost-kostan untuk mahasiswa. Untuk dapetin kamar di sana itu ga mudah! harus antri/ berebut dengan mahasiswa lain, butuh waktu juga buat bisa dapetinnya, seenggaknya kamu harus daftar paling telat 3 bulan sebelum kamu mau masuk kamar itu.
Daftarnya gimana? Bisa via internet. Coba cek website ini.
Di tiap kota, biaya sewa kamar Studentenwohnheim ini berbeda-beda. Hamburg termasuk kota yang mahal, ada yang sebulannya 220€ udah termasuk air, listrik dan internet, ada juga yang lebih atau kurang. Ada lagi temen Chie di Berlin, cuma skitar 160€/ bulan. Di kota kecil seperti Weimar, bisa cuma 120€/bulan.
Biaya Hidup
Hal yang satu ini tergantung pribadi masing-masing. Kalau hemat, bisa dengan 350€/ bulan pun cukup, itu udah termasuk biaya tempat tinggal. Banyak cara menghemat biaya hidup, terutama kamu bisa ngehemat dalam hal makanan, misalnya dengan masak sendiri, dateng ke undangan-undangan yang ada makan-makannya, pulangnya bawa bungkus-bungkus.
Kamu juga bisa kerja part time, rata-rata dengan bekerja seperti di gudang satu perusahaan atau di restoran, kamu bisa dapetin sekitar 6€/jam. Selama dalam sebulan kamu berpenghasilan di bawah 400€, kamu ga akan kena pajak penghasilan. Sebagai pelajar ada batas maksimal berapa jam kamu bisa kerja dalam sebulan, biar kuliah kamu ga keteteran juga. Ga sedikit lho mahasiswa yang terlena sama bekerja, akhirnya malah kuliahnya keteteran!
Bank
Salah satu syarat pengajuan visa juga adalah jaminan uang. Sekarang jaminan itu sekitar 8000€. Jadi kamu harus buat akun di bank Jerman, dengan jumlah uang di dalamnya minimal 8000€. Bikin akun ini, kamu harus isi formulir dari "Deutsche Bank", legalisir surat-surat. Kamu bisa cari informasi lebihnya di tempat kamu kursus atau tanya langsung di banknya. Di Jakarta juga ada kok cabang banknya.
Tenang aja, ini uang buat hidup kamu di awal-awal hidup di Jerman, di mana kamu bisa ambil maksimal 600€/ bulan. Uang jaminan bahwa kamu ga akan terlantar di Jerman.
Universitas
Kadang orang nanya,
universitas mana sih yang bagus di Jerman?
Sebagai tips persiapan pertama kuliah di sini, jangan dulu kamu pikirin kamu pengen kuliah di universitas mana, lebih baik kamu konsentrasi dulu dengan kursus bahasa, pendaftaran studkol, dan tempat tinggal. Nanti setelah kamu udah diterima di studkol, kamu juga bakal dapet informasi tentang universitas yang bagus sesuai jurusan yang kamu minati di mana. Kadang juga kan, pemikiran bisa berubah, yang awalnya mau kuliah arsitek tiba-tiba berubah jadi teknik sipil. Atau kadang, tiba-tiba dapet informasi universitas lain yang lebih cocok dengan kamu. Kalau kamu emang udah niat bener untuk kuliah di sini, 1 tahun di studkol cukup kok buat kamu cari informasi tentang universitas.
Kerabat/ Kenalan
Salah satu tips, sebelum kamu sampai di sini, kamu cari kenalan orang Indonesia yang emang udah di Jerman. Buat apa? buat misalnya seperti yang udah Chie bilang sebelumnya, bantu dalam proses visa, dalam pendaftaran studkol, informasi-informasi, atau nanti kalau kamu udah sampai Jerman bisa minta jemput.
Kamu bisa cari kenalan misalnya lewat PPI (Perhimpunan Pelajar Indonesia). Cari aja PPI kota yang emang jadi tujuan kamu, mereka pasti bisa bantu.
Beasiswa
Setau Chie, ga ada beasiswa buat bachelor, kebanyakan itu buat master. Tapi kalau kamu udah masuk jenjang kuliah dan prestasi kamu di kampus bagus, kamu bisa mengajukan permintaan beasiswa ke kampus kamu itu.
Biaya pendidikan di Jerman itu relatif murah, bahkan masih ada beberapa kota di Jerman yang masih menggratiskan biaya kuliah. Sayang.. di Hamburg udah bayar.
Viel Glück!
____________________________________
Terimakasih untuk Hasbi, yang udah bersedia diwawancara untuk artikel ini. (Diwawancaranya sambil motongin ayam lho!) Hahahaaa.. Makasih juga buat Octa dan Roby.
Lachie:
germany
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
Chierita mereka
RumahBlogger
Link Exchange*
Aan Cerdas
Ajie
Anchan
Artmeza
Bamzz
Biyan
Dodi
Donats
Gelza
Hariz
Ir.Fan
Jovanika
McDoans
Ocky
Onez Sumlang
Sapigenik
Stellacyan
Takatophilip
The story of INAN
Zetta
*Blogroll ini hanya untuk member RB yang sudah mendaftarkan diri di Subforum Link Exchange
[ Famili ]
Arief M.S.
Vanda Nur Ilmi
[ Fren Dunia Maya ]
A. Gabrielle
Agung D. Armstrong
Alviss
Amel
Anchan
Angga Putri
Anind
Annisa Desiani
Aprin Gutawa
Arif Arcnos
Aryuanda
Aulia Rahmani
Benazio
Bhagas
Boot
Cdezt
ChicLicious
Chika
Conankotahujan
Dee
Dey
Dian
Dj Danie
Donats
Erwin Marwan Thamrin
Finda Mega Erwinsyah
Fragaria
Gaby Ijo
Gelar Gunadi Putra
Gelza
Gita Evanda
Hanif
Harii
Iip Riandi
Ilusi Optik
Inan
Inez Vioni
Ino S. Hadi
Irfan Aufa
Katim
Kavi Borland
Kuuki
Kuyus
Lao
Lia Verdiana
Lily
Lingling
Lingling Chandiel
Liyy
Luphly_JC
Lynn
Madmnkz
Masdaffa
Mc.Doans
Mrs. Dudul
Mxyztplk
Nana
Nardiansyah
Negeri Mimpi
Neverdie
Ngutanktank
Nindy
Nirleka
Novita Kristiana
Onez
Penulis Basi
Pipin
Prihandini Astuti
Primebound
Princess Pink
Qent
Raditya Dika
Rinaldy Ciel
Sakinah
Sanground
Sarah
Senafal
Si AO
Sino
Soffi
Suri Nuriyanto
The Armstrong
This Boi
Tie
TiR
Ucup Musickbastard
Ulat Bulu
Ulysukabintang
Unidede
Vicky Mahendra
Yeptirani
Yogjay
Yorgita
Yudhistira Dharmawata
Zippy
[ Fren DE ]
AnesFira
Anisa Wijayanti
Mira Miroon
Tya
[ Fren SMA ]
Alan
Aliendheasja Fawilia
Arnaud A.A.S.
Dwiputri Y.Y.
Ilma Jayanti
Laras Ayutirta P.
M. Bintang Hadi P.
Monika Pury O.
Pratiwi Woro
Pritta
Qurnia Baharuddin A.
Rhonita Dea A.
Teuku M. Roffi
Vivien
[ RPD ]
Bunchan
Wiend



![C[hi!]ERITA - Kompetisi Website Kompas MuDA - KFC](http://i84.photobucket.com/albums/k10/chiee_uchiee/blog/banner--.png)




27 reakchie mereka..:
Jaminan uangnya EUR8000? :O
Gede juga :o
chieee, kalau untuk ambil master tanpa melalui beasiswa gimana yah? ;;)
jaminannya tetep 8000 atau malah lebih. :-o
wah kurang tau.. kayaknya sih sama sekitar segitu juga.. kebanyakan yg master ke sini pake beasiswa..
chie, bahasa jerman susah gak? kl doktor gitu gimana cara kesananya? :D beasiswanya ada apa aja?
akhirrrnyaaaa jadi jugaaa. cman dr 1 nara sumber nihh,,, kurang akurat (pengen ditanya jg pdahal :p) keren2 teh. smua info2nya bner banget!!! pokonya asik deh kuliah di Jerman apalgi di Hamburg =) ngomong2 itu foto teh uchie pas studkol ya?? hihi susah juga nyarinya td..agak2 nyumput gt di belakang pinggir kiri :D
yeay bisa komen disini jg akhirnya setelah mencoba online pake komputer laen hehehehe
nice story anyway, bisa buat bantu2 yang mau ngejar beasiswa kesana :D
i'd really love to.. tapi ga bisa bahasa jerman. hahaha *males goethe juga*
Toopp...tengkyu, ane pingin nyusul. Lagi urus2 persiapan...see u in europe chiee :)
cie.. mau doonk ke jermaan..
itu komen saya,
tapi pertanyaan nya sekarang darimana saya bisa mengumpulkan uang 8000euro yang sama dengan 98.000.000 an itu
kak uchieee aku masih galau nih hahaha #plak tapi makasih banyak ya kakak info-info nya, aku udah mulai belajar bahasa jerman nih, belajar sendiri tapi ehehe semoga aja bisa cepet ambil keputusannya, mungkiin bisa ke jerman hihi ^^ danke!
pengen kak,, vi galau duit dri mna 8000 euro,,hehe
bisa nambah semangat..:)
thanks deh buat infonya :D
vielennnn dannkee, mba :)... ditunggu yg "mistar, EH! master di jerman" :)
konon, kalo belajar di negeri-negeri non english bisa lebih enak, coz kalo gak bisa clear english masih ok aja.., tul gak bro?
untuk master, juga sama 8000€... uangnya bisa diambil kok per bulan.. tapi sekarang kalau ga salah ada maksimalnya ambil berapa per bulan.. Kalau untuk Doktor/PhD, bisa dari beasiswa mis: dari DAAD.. atau langsung kontak professornya nglamar untuk ambil Doktor, dan statusnya nanti akan jadi karyawan universitas,.. enaknya doktor di jerman, ga bayar tapi malah dibayar.. :D
chie, mo nanya ada ga sih beasiswa buat masuk studkolnya? soalnya kan aku mau ambil jurusan linguistik. tapi di indo kan ga ada kelas linguistik di studkol indo :(
@anon: beasiswa untuk masuk studkol maksudnya? kalo beasiswa studkol ga ada, kan itu salah satu langkah buat bisa S1 di sini. tapi tenang, studkol gratis kok. dan kalo yg dimaksud itu beasiswa operasional masuk studkol, itu jg ga ada, lagian gratis kok, testnya pun gratis. di jerman itu biaya sekolah sampe tingkat lulus SMA itu gratis, dan studkol bisa dibilang termasuk ke dalam tingkatan itu (selama sekolah/ studkol negara, bukan sekolah/ studkol private/ swasta).
oh studkol itu gratis yah? trus dr studkol gitu kira2 ada beasiswa buat ke uni-nya ga?
oiya chie, mau tanya juga. kalo mau ambil pariwisata, di studkolnya ambil jurusan apa ya?
kayak yg udah saya tulis di atas.. buat S1 itu ga ada beasiswa. kecuali: mengajukan sendiri beasiswa ke kampus (UNI), dengan syarat punya prestasi yg OK di kampus tersebut..
buat pariwisata, saya kurang tau sih.. mungkin G-kurs.
Kalo misalnya mau melanjutkan SMA di jerman, apa ada tips2nya juga Makasiih.. :)
wah.. susah kalau lanjutin SMA di sini. kalo mau palingan exchange student gitu, kayak AFS (cari aja di gugel: afs exchange). kalo mau bener nerusin SMA di sini susah ato malah ga bisa, saya kurang tau, kayaknya harus punya keluarga di sini sih.
salam kenal ka chie . hari senin hari pertama aku masuk studkol. kemaren tanggal 15 Einschreibung, tapi kok ngerasa gurunya ngomong cepet banget ya.. apa awal2 emang gitu? ngerti, tapi pas mau jawab gagap jadinya :D
putri
salam kenal juga putri.. ya.. awalnya pasti ngerasa gurunya ngomong cepet, lama² kebiasaan juga kok. nanti di universitas, dosennya itu lebih cepet lagi ngomongnya, karena di univ semua siswa disamakan sebagai warga jerman.
kalau mau jawab², jawab² aja jangan gagap, jangan takut salah ngomong, dengan begitu guru tau kalau kita bisa (salah satu cara buat menarik perhatian guru)
Kak, saya pengen bangetttttttttttttttttttttttttttttt kuliah di Jerman nanti... tahun ini kan saya mau UN buat masuk SMA. nah...kira- kira kakak bisa ngasih tips ga apa yang harus saya lakuin nanti pas udah masuk SMA... apa langsung kursus bahasa Jerman?
atau apa?
please di bales ya kak :)
itu jadi kita ke kedutaan jerman 2x?
pertama buat legalisir terjemahan dokumen,
kedua ngajukan visa?
boros dong kalo 2x.
@fahrizi: kalau emang niatnya udah 100% mau ke sini, bisa aja dimulai kursus bahasanya.. semakin cepat semakin baik, jadi lebih matang persiapannya.. :)
@journal: saya bulak balik ke kedutaan jerman ga cuma sekali dua kali lho.. sampai berkali², cape juga ngurus²nya.. tapi kalau ada niat kuat kenapa ga dijalanin? kalau cuma karena bulak balik kedutaan aja ngeluh, gimana mau lanjut hidup di sini, yg tantangannya jauh lebih besar? :)
saya mau ambil kelas bahasa dan lanjut kuliah di hamburg jerman...
bisa ga saya dan ambil kelas bahasa di jerman tanpa ikut kelas bahasa di indonesia?
dengar2 buat mengajukan visa kemampuan bahasa jerman minimal b1 ( ga tau bener atau ga )?
apakah saya harus daftar sklh bahasa + kuliah?
bisa tidak saya daftar sklh bahasa dl sampai di jerman baru mikir2 msk jurusan apa?
apakah bisa sklh bahasa dapat visa student? agar setelah selasai kelas bahasa bisa lgsg daftar kuliah tanpa harus pulang ke indo untuk urus visa student?
mohon pencerahannya.. terima kasih
@ryan: setau saya, sekarang udah agak sulit mendapatkan visa student ke Jerman, dulu memang bisa dapet visa student dengan modal pendaftaran kursus bahasa di Jerman. sekarang itu udah sulit, jadi siswa minimal harus punya kemampuan B1 atau B2 (saya sendiri kurang tau tepatnya) untuk dapet visa ini. jadi sebaiknya memang kursus bahasa dulu di Indonesia (ini untuk yang kuliah S1/ Bachelor ya). Kalau program Master beda lagi, mereka banyak jg yg ga bisa bahasa Jerman, karena kuliahnya memang program internasional berbahasa Inggris.
Post a Comment
____________________________________________________
EEiiittss.. jangan hanya baca aja..
commentnya manaa??
ayoo.. ayoo.. tulis commentnya..!
____________________________________________________